Halimah Yacob, mengukir sejarah di Negara Singapura
Beliau adalah wanita berdarah melayu, yang pertama kalinya dalam sejarah di Negara Singapura yang menjadi Presiden Wanita Muslim.
Beliau adalah wanita berdarah melayu, yang pertama kalinya dalam sejarah di Negara Singapura yang menjadi Presiden Wanita Muslim.
Seperti dilansir media Singapura, Channel News Asia dan Reuters, Selasa, 12 Sept 2017 ,
Halimah akan dilantik menjadi Presiden Singapura pada Rabu, 13 Sept 2017 Hari ini setelah
dinyatakan sebagai satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat.
Mengutip Berita Harian Singapura, dari lima calon, cuma
Halimah yang mendapatkan Sertifikasi kelayakan dari Presidential Election
Committee (PEC) dan Community Committee untuk menjadi Presiden Singapura
berikutnya.
Seperti yang dilansir detik.com,Rabu 13/09/17, saat usia 8 tahun Halimah harus bangun sebelum matahari
terbit. Sebelum berangkat sekolah, dia membantu ibunya berjualan nasi padang di
sebuah gerobak dorong di Shenton Way.
Dikutip dari Straitstimes edisi 7 Agustus 2017, Semangat Halimah untuk meneruskan pendidikan tak kendur. Selepas SMA dia
mendaftarkan diri ke Fakultas Hukum Universitas Singapura. Lagi-lagi
dia tak tahu dari mana biaya kuliahnya nanti. Namun kecerdasannya
membuat Halimah mendapatkan beasiswa dari Islamic Religious Council of
Singapore sebesar 1.000 dolar Singapura
Halimah Yacob tidak perlu menjalani
proses pemungutan suara secara nasional untuk bisa menjabat Presiden Singapura
yang baru, setelah kandidat lainnya gugur. Setelah terpilih sebagai Presiden
Singapura, Halimah berjanji akan melakukan yang terbaik bagi rakyat di negeri
Singa itu.
"Saya berjanji untuk melakukan sebaik mungkin yang saya mampu untuk mengabdi pada rakyat Singapura dan itu tidak akan berubah apakah ada pemilu atau tidak ada pemilu," tegas Halimah saat ditemui wartawan setempat, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa 12/9/2017
"Saya berjanji untuk melakukan sebaik mungkin yang saya mampu untuk mengabdi pada rakyat Singapura dan itu tidak akan berubah apakah ada pemilu atau tidak ada pemilu," tegas Halimah saat ditemui wartawan setempat, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa 12/9/2017



Komentar
Posting Komentar